Dabo Singkep – Tahapan rencana pembangunan pabrik rokok di Harsbay, Desa Batu Berdaun, Kecamatan Singkep terus dilakukan. Perusahaan ini sebelumnya bernama SM Djuara dengan naungan badan usaha PT. Gunung Muncung Tobacco.

Seiring dengan perkembangan dan visi perusahaan yang lebih besar, kini perusahaan resmi berganti nama menjadi PT. Cabang Tiga Kretek. Perubahan nama ini mengambil simbol Daik Lingga dengan gunung bercabang tiga, yang melambangkan kekuatan, persatuan, dan kejayaan.

Pihak Bea dan Cukai telah meninjau lokasi untuk pembangunan pabrik rokok di Harsbay. Hal itu diungkapkan oleh Direktur Utama PT. Cabang Tiga Kretek, Oky Andrian kepada media ini.

"Adapun tujuan kedatangan pihak Bea dan Cukai ke Harsbay, melakukan survey lokasi bangunan dan melakukan pengukuran tempat akan berjalannya pabrik atau industri rokok nantinya, karena kegiatan ini termasuk dalam proses dalam penerbitan izin usaha yang disebut Nomor Pokok Pengusaha Barang Kena Cukai (NPPBKC)," jelas Oky saat ditemui di lokasi rencana pembangunan pabrik, Desa Batu Berdaun, (10/02/23).

Lanjutnya menjelaskan, NPPBKC adalah Nomor Pokok Pengusaha Barang Kena Cukai yang berbentuk izin untuk menjalankan kegiatan sebagai pengusaha pabrik, pengusaha tempat penyimpanan, importir barang kena cukai, penyalur, atau pengusaha tempat penjualan eceran di bidang cukai.

Atas atensi Bea dan Cukai Dabo yang sigap mendukung proses perijinan pembangunan pabrik rokok PT. Cabang Tiga Kretek ini, Oky mengungkapkan rasa terimakasih.

Selain melakukan upaya, Direktur Utama PT. Cabang Tiga Kretek juga melakukan ikhtiarnya dengan berdoa agar pembangunan pabrik dapat terealisasi dan berproduksi dengan lancar.

"Saya akan terus berdoa dan berusaha sesuai kemampuan sekuat tenaga untuk mewujudkan impian yang telah lama tertunda ini, dengan harapan dapat membuka lahan pekerjaan sebanyak mungkin bagi masyarakat, juga pendapatan bagi negara dan Pemkab Lingga," katanya.

Untuk produk yang diproduksi oleh PT. Cabang Tiga Kretek, nantinya juga akan dipasang pita cukai pada setiap kemasan rokok, serta melakukan produksi sebanyak mungkin sesuai permintaan di pasaran.

"Untuk pemasaran bukan hanya dalam Kabupaten Lingga saja, tapi kita akan mencoba melakukan pemasaran keluar Kabupaten Lingga," pungkasnya.

(Redaksi)