Harsbay, Desa Batu Berdaun – Tim Bea dan Cukai Dabo kembali melakukan kunjungan lapangan ke lokasi pembangunan pabrik PT. Cabang Tiga Kretek di Harsbay, Desa Batu Berdaun, Kecamatan Singkep, Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau, Senin (19/1).
Kunjungan ini merupakan bagian dari rangkaian pemantauan dan pembinaan yang dilakukan instansi pemerintah terhadap calon kawasan industri rokok di wilayah tersebut. Kehadiran tim Bea dan Cukai bertujuan untuk meninjau langsung kesiapan lokasi serta memastikan bahwa seluruh aspek teknis dan administratif telah sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Dalam kunjungan tersebut, tim Bea dan Cukai melakukan pengecekan terhadap titik lokasi yang akan dijadikan kawasan industri resmi perusahaan. Selain itu, tim juga memberikan sejumlah masukan dan arahan terkait persiapan operasional pabrik ke depannya.
Direktur PT. Cabang Tiga Kretek, Oky Andrian, menyambut baik kedatangan tim Bea dan Cukai dan menyampaikan apresiasinya atas perhatian serta pendampingan yang diberikan selama proses persiapan ini.
"Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada tim Bea dan Cukai Dabo atas kunjungan dan pembinaan yang telah diberikan. Ini merupakan bentuk dukungan nyata dari pemerintah terhadap industri yang sedang kami bangun," ujar Oky di lokasi pembangunan.
Oky menegaskan, PT. Cabang Tiga Kretek berkomitmen penuh untuk memenuhi seluruh ketentuan dan regulasi yang ditetapkan oleh pemerintah, khususnya yang berkaitan dengan izin usaha dan kepatuhan di bidang cukai.
"Kami menyadari bahwa industri rokok merupakan sektor yang diawasi secara ketat oleh pemerintah. Karena itu, kami akan memastikan semua prosedur dijalankan dengan benar dan transparan. Komitmen kami adalah menjalankan usaha ini sesuai dengan aturan yang berlaku," tegasnya.
Direktur PT. Cabang Tiga Kretek juga mengungkapkan harapannya agar kawasan industri yang sedang dipersiapkan dapat segera beroperasi secara resmi. Menurutnya, operasional pabrik ini tidak hanya menjadi tonggak sejarah bagi perusahaan, tetapi juga membawa dampak positif bagi masyarakat dan perekonomian daerah.
"Kami berharap kawasan industri ini segera dapat beroperasi secara resmi. Selain menjadi langkah maju bagi perusahaan, kami juga ingin memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi masyarakat Kabupaten Lingga, terutama dalam hal pembukaan lapangan kerja dan peningkatan perekonomian daerah," ungkapnya.
PT. Cabang Tiga Kretek yang sebelumnya bernama SM Djuara dengan badan usaha PT. Gunung Muncung Tobacco, melakukan perubahan nama seiring dengan perluasan visi perusahaan. Nama Cabang Tiga Kretek sendiri diambil dari simbol Daik Lingga dengan gunung bercabang tiga yang melambangkan kekuatan, persatuan, dan kejayaan.
Perusahaan ini berencana memproduksi rokok dengan mengedepankan kualitas produk dan kepatuhan terhadap peraturan perpajakan, termasuk pemasangan pita cukai pada setiap kemasan. Rencana pemasaran produk tidak hanya terbatas di Kabupaten Lingga, tetapi juga akan diperluas ke luar daerah.
Keberadaan industri rokok di Kabupaten Lingga sendiri dinilai memiliki potensi besar dalam menyerap tenaga kerja lokal. Dengan dibukanya pabrik ini, diharapkan dapat mengurangi angka pengangguran dan memberikan efek berganda bagi perekonomian masyarakat sekitar.
Sebagai bagian dari proses persiapan menuju operasional industri, PT. Cabang Tiga Kretek akan terus berkoordinasi dengan berbagai instansi terkait, termasuk Bea dan Cukai, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, serta pemerintah daerah setempat. Koordinasi ini dilakukan untuk memastikan seluruh aspek perizinan dan kesiapan operasional dapat dipenuhi sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan.
Pemerintah Kabupaten Lingga melalui Dinas terkait juga telah menyatakan dukungannya terhadap rencana pembangunan pabrik rokok ini. Dukungan tersebut diberikan dengan harapan industri ini dapat menjadi salah satu penggerak ekonomi baru di wilayah Kepulauan Riau.
(Redaksi)