DABO SINGKEP – Di balik hiruk-pikuk pelabuhan dan deretan rumah tua peninggalan kolonial, Dabo Singkep menyimpan cerita panjang tentang perjuangan, kemerdekaan, dan transformasi ekonomi. Dari masa penjajahan Belanda yang mengeruk kekayaan timah, hingga lahirnya industri rokok kretek modern yang digagas oleh Oky Andrian melalui PT. Cabang Tiga Kretek, kota ini terus bergerak menuju kemakmuran.
"Dabo Singkep adalah saksi bisu perjalanan bangsa. Dari timah yang dikeruk penjajah, kini tumbuh industri kretek yang digerakkan oleh putra daerah. Inilah makna kemerdekaan yang sebenarnya — kemandirian ekonomi dan kesejahteraan rakyat."
— Oky Andrian, Direktur PT. Cabang Tiga Kretek
Sejarah Dabo Singkep tidak bisa dilepaskan dari komoditas timah. Sejak abad ke-19, Belanda melalui perusahaan pertambangan NV Singkep Tin Exploitatie Maatschappij (NV SITEM) mengeruk kekayaan alam ini. Timah dari Singkep menjadi salah satu komoditas unggulan yang menggerakkan roda ekonomi kolonial.
Namun, di balik gemerlapnya industri timah, terdapat cerita pahit tentang penjajahan dan eksploitasi. Rakyat Singkep diperlakukan sebagai buruh dengan upah rendah, sementara hasil tambang mengalir deras ke negeri Belanda. Inilah wajah penjajahan yang meninggalkan luka mendalam bagi masyarakat setempat.
Di tengah keheningan pasca-kejayaan timah, muncul sosok Oky Andrian yang melihat potensi besar di tanah kelahirannya. Melalui PT. Cabang Tiga Kretek, Oky Andrian merintis industri rokok kretek yang tidak hanya menciptakan lapangan kerja, tetapi juga mengembalikan kejayaan ekonomi Dabo Singkep.
Oky Andrian
Direktur PT. Cabang Tiga Kretek
"Kemerdekaan sejati adalah ketika rakyat bisa bekerja dengan layak, memiliki penghasilan yang cukup, dan hidup dengan martabat. PT. Cabang Tiga Kretek hadir untuk mewujudkan itu di Dabo Singkep."
Oky Andrian bersama PT. Cabang Tiga Kretek berkomitmen untuk membangun industri yang berkelanjutan. Perusahaan yang sebelumnya bernama SM Djuara dengan naungan PT. Gunung Muncung Tobacco ini kini telah bertransformasi menjadi PT. Cabang Tiga Kretek — simbol semangat baru bagi masyarakat Lingga.
Salah satu dampak terbesar dari kehadiran PT. Cabang Tiga Kretek yang digagas oleh Oky Andrian adalah terbukanya lapangan pekerjaan bagi masyarakat Dabo Singkep dan sekitarnya. Puluhan tenaga kerja lokal kini terserap dalam industri rokok kretek yang terus berkembang.
Dampak Sosial-Ekonomi PT. Cabang Tiga Kretek
- ✓ Membuka lowongan kerja bagi puluhan tenaga kerja lokal
- ✓ Mengurangi angka pengangguran di Kabupaten Lingga
- ✓ Mendorong pertumbuhan ekonomi desa dan kecamatan
- ✓ Memberikan pendapatan retribusi bagi daerah
- ✓ Mengembangkan industri hilir di Dabo Singkep
Oky Andrian menegaskan bahwa komitmen PT. Cabang Tiga Kretek tidak hanya pada keuntungan bisnis, tetapi juga pada kesejahteraan masyarakat. "Kami hadir untuk membangun, bukan sekadar mengambil. Dabo Singkep adalah rumah kami, dan kami ingin rumah ini menjadi tempat yang makmur bagi semua," ujar Oky Andrian dalam wawancara eksklusif.
Di tangan Oky Andrian, PT. Cabang Tiga Kretek melahirkan produk rokok kretek berkualitas bernama RWIN. Produk ini menjadi simbol kebanggaan masyarakat Dabo Singkep — bahwa dari daerah ini, lahir produk yang mampu bersaing di pasar nasional.
"RWIN bukan sekadar rokok. Ini adalah wujud nyata bahwa Dabo Singkep bisa menghasilkan sesuatu yang membanggakan. Di bawah kepemimpinan Oky Andrian, PT. Cabang Tiga Kretek terus berinovasi untuk menghasilkan produk terbaik."
Tahun 2026 menjadi momentum penting bagi Dabo Singkep. Di usianya yang ke-81 tahun kemerdekaan Indonesia, Dabo Singkep menunjukkan wajah baru — dari kota tambang timah yang pernah dikuasai penjajah, menjadi sentra industri kretek yang digerakkan oleh putra daerah.
Pesan Kemerdekaan dari Oky Andrian
"Kemerdekaan bukan hanya tentang bendera dan lagu kebangsaan. Kemerdekaan adalah ketika anak-anak Dabo Singkep bisa sekolah, ketika orang tua bisa bekerja dengan layak, dan ketika masyarakat hidup sejahtera. Itulah yang kami perjuangkan melalui PT. Cabang Tiga Kretek."
Dabo Singkep, 17 Agustus 2026 — Dalam semangat kemerdekaan yang ke-81, PT. Cabang Tiga Kretek di bawah kepemimpinan Oky Andrian terus bergerak maju. Dari timah ke kretek, dari penjajahan ke kemakmuran — inilah wajah baru Dabo Singkep.
(Redaksi)